NSIDEONE

ARTIST PROFILE: NSIDEONE
(YOGYAKARTA-INDONESIA)

Halo Invaders, mengawali rubrik Artist Profile awal tahun ini, kita punya satu nama graffiti writer asal Yogyakarta nih, udah tau siapa? Yap, NSIDEONE! dia udah mulai gambar di jalan dari tahun 2005, cukup lama juga kan? Mungkin sebagian dari kalian udah kenal sama writer yang satu ini. Buat kalian yang pengen tahu lebih banyak tentang profilenya dia, langsung cek aja yuk :)

Nama asli kamu?
Riza Dammar Jati

Tempat tinggal kamu sekarang?
Saya tinggal di Yogyakarta

Kegiatan sehari-hari diluar status kamu sebagai graffiti writer?
Freelancer, as Interior designer & Graphic designer 


Sejak kapan & kenapa bisa tertarik sama graffiti?
Saya mulai membuat graffiti sejak 2005, saat itu graffiti adalah suatu hal baru bagi saya. Saat saya melihat graffiti atau membuatnya, saya merasa selalu mendapat tantangan untuk mengexplore lebih jauh lagi. Selain itu, banyak hal lain dalam scene graffiti yang membuat saya semakin tertarik seperti city connection, saya mendapatkan banyak pengalaman dengan bertemu orang-orang baru atau pelaku graffiti dari berbagai tempat / kota.

Siapa orang pertama yang memperkenalkan kamu ke dunia graffiti?
Secara tidak langsung, saya mengenal graffiti dari orang-orang di sekitar saya dan juga dari para pelaku graffiti asal Yogakarta yang sudah lebih dulu membuat graffiti sebelum saya.

Siapa sih street artist yang banyak menginspirasi karya-karya kamu?
Banyak sekali, terutama para pelaku graffiti di Indonesia seperti Menaw, Yeah, Muth, Lovehatelove, Muck, Daske, SIC, Vayn3, Racon3, Nick, Trash, Sleeck, As, Deka, Rase, Mads, Rune, Fine, Koma, Mase crew, FAB Family, Ock, Dygt, Unocask, Tuyuloveme, dan semua pelaku lama/baru dalam bidang ini, mereka semua selalu menjadi inspirasi saya.


Apa nama/Nick yang biasa kamu pakai di Jalan untuk menandai karya-karya kamu?
Nside “NSIDEONE”

Kenapa kamu pakai nama tersebut?
Berawal dari kata “INSIDE” yang dalam bahasa indonesia berarti “di dalam”, merupakan salah satu bentuk gambaran yang ingin saya tuangkan di jalanan. Kata atau makna tersebut mengandung banyak arti bagi saya, mulai dari proses pembuatan karya dan berbagai macam hal yang mempengaruhi proses tersebut, berasal dari dalam” entah dalam pikiran, hati, atau banyak hal lain yang berasal dari diri saya, saya tuangkan melalui karya saya. Kata “I” saya hilangkan dan “One” saya tambahkan sebagai simbolisasi bahwa “I” sudah diwakilkan oleh saya sendiri ketika saya berkarya, sedangkan “one” merupakan wujud dari satu”, sebagai bentuk simbol originalitas dari setiap karya yang saya buat. Setiap karya tidak mempunyai makna yang sama namun semuanya tetap original. Secara singkat “I” saya,”Nside” karya,”one” original (setiap karya yang saya buat adalah original, hasil dari pemikiran saya sendiri).

Warna yang paling kamu suka? Kenapa?
Semua warna saya suka,  namun yang paling saya suka atau tak bisa lepas dari karya-karya saya adalah warna hitam “BE BLACK WHEN EVERYTHING COLORED”.


Bisa ceritakan sedikit tentang diri kamu dan perjalanan karyamu sebagai graffiti writer?
Latar belakang keluarga saya tidak akrab dengan dunia seni, namun lingkungan yang mengenalkannya. Dalam perjalanan berkarya pastinya tidak selalu mulus, ada banyak jalan terjal harus saya lewati, namun saya bersyukur bisa survive sampai saat ini.

Bisa dijelaskan, konsep apa sih yang kamu bawa lewat karya-karya kamu?
Dalam interior design, saya tidak bisa berfikir secara idealis namun berbeda dengan graffiti, disini saya bebas mengekspresikan semua  hal yang ada dalam pikirkan saya, maupun hal-hal yang sedang terjadi di lingkungan saya, yang paling sering adalah konsep dari sebuah kerumitan atau hal-hal yang sering membuat kita bingung dalam menjalani kehidupan di era saat ini. Banyak masalah-masalah yang muncul dalam kehidupan saya. Saya merealisasikannya dalam bentuk gambar atau graffiti bergaya wildstyle dan gambar-gambar lain yang cukup mendukung hal tersebut.

Kenapa fokusnya dengan konsep tersebut? Ada alasan atau misi tersendiri?
Semuanya menjadi ketertarikan dan tantangan tersendiri bagi saya. Alasan atau misi? Just paint...dan lihat apa yang akan terjadi setelahnya.


Sebagai graffiti writer, apa sih sebenernya target yang ingin kamu capai?
Tidak ada target khusus, namun bertemu orang-orang baru di scene ini dan muncul tantangan baru dalam berkarya adalah hal yang sangat menarik bagi saya. Saya suka melakukannya.

Darimana biasanya inspirasi datang?
Media sosial dan lingkungan sekitar

Where do we find you on weekend?
Media sosial, atau coba hubungi saya, karena setiap weekend-nya selalu berbeda bagi saya.


Terakhir nih, gimana perkembangan graffiti / street art di Indonesia sekarang ini menurut kamu?
Di indonesia, khususnya Yogyakarta merupakan salah satu kota dengan perkembangan graffiti yang cukup pesat, mulai dari para pelaku maupun karya-karya barunya akan sangat mudah dijumpai di sudut-sudut kota. Secara perlahan kota-kota lain mulai berkembang dan saling mengimbangi scene ini. Indonesia sekarang menjadi salah satu negara di Asia yang mulai dilirik para pelaku graffiti dari mancanegara untuk berwisata seni maupun merasakan sensasi berkarya di Indonesia. Karya seni dan pelakunya yang begitu berkembang dan seimbang dibalut budaya yang sangat kental di Indonesia, merupakan keunikan dan daya tarik tersendiri bagi mereka.



Ok Dammar, terima kasih sudah berbagi cerita bersama kami. sukses terus NSIDEONE!

Review: GIMS TEPANG SONO 3


Halo Invaders, awal tahun 2017 ini GIMS (Game Imagination Society) kembali menyelenggarakan event tahunan mereka yang bertajuk “GIMS: Tepang Sono 3”. Dalam acaranya kali ini, mereka kembali memilih Kota Bandung, tepatnya daerah Tebing Keraton, Dago Pakar sebagai tempat diadakannya acara. Tidak heran mereka memilih Bandung, karena sebagian besar writernya berasal dari Kota Kembang ini.


Acara ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 4­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­-5 Februari 2017. Berbeda dengan acara Tepang Sono sebelumnya, kali ini GIMS mengundang banyak sekali writer-writer baru dari berbagai kota di Indonesia, seperti dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Sukabumi, Karawang, Bandung, Tasik, Garut, Kuningan, Cirebon, Solo, Yogyakarta dll, bahkan ada beberapa writer dari Negara lain untuk ikut berpartisipasi dalam acara mereka, ini bertujuan agar jaringan dan koneksi sesama writer makin terjalin kuat. Selain itu, banyaknya style baru yang dibawa oleh mereka juga membuat acara semakin menarik. Seperti dugaan sebelumnya, spot sepanjang kurang lebih 400 meter yang disediakan oleh panitia, akhirnya full diwarnai oleh para writers yang hadir dalam acara ini.


Acara menjadi lebih menarik saat para peserta diajak menuju sebuah air terjun yang lokasinya tidak jauh dari penginapan yang disediakan oleh panitia. Cukup asik dan membuat para tamu relax, ini menjadi bonus tersendiri bagi sebagian besar writer dari luar kota, karena mereka bisa mengisi weekend dengan berkarya & sekaligus menikmati keindahan wisata alam kota Bandung. Ini menjadi keunikan tersendiri pada setiap acara yang diselenggarakan oleh GIMS.


Setelah acara selesai, banyak tamu yang masih stay dan mencari spot baru di daerah Kota Bandung kemudian mengadakan jamming dadakan. Mereka sangat antusias dan berharap untuk bias mengikuti acara-acara GIMS berikutnya. ketika ditanya dimana acara GIMS berikutnya akan diselenggarakan, beberapa dari anggota GIMS menjawab, “mungkin Cirebon, Tasik, Tangerang, atau Bandung lagi. Kita liat aja nanti” :)


Well, good job GIMS! Tetep kompak, dan jangan lupa undang lebih banyak writer di acara kalian berikutnya :D

Review: BCT KUTU TEMBOK 2

BCTCrew
Kutu Tembok 2

Awal Januari 2017, BCT Crew menyelenggarakan acara Jamming dalam rangka menandai anniversary berdirinya crew mereka. Acara kali ini bertema Kutu Tembok 2, tepatnya tanggal 7-8 Januari 2017, mereka memilih daerah Ciganjur Jakarta Selatan sebagai venue acara. Hamper sama dengan acara Kutu Tembok 1 sebelumnya, saat itu mereka memilih Bojong Gede Bogor sebagai venue.


Dengan adanya acara Kutu Tembok ini BCT Crew ingin  memperkuat tali silahturahmi antar writer atau pun antar sesama anggota crew. Selain itu untuk menambah banyak koneksi antar writer, acara Kutu Tembok 2 mengundang lebih banyak graffiti writer,  Sebanyak 34 writer dari berbagai daerah untuk mengisi acara Kutu Tembok 2. Ini merupakan perkembangan yang sangat pesat untuk BCT Crew, karena pada perhelatan Kutu Tembok yang pertama, acaranya hanya diisi oleh 6 writer saja.


Hari pertama acara sangat ramai, hampir lebih dari 24 graffiti writer yang datang untuk memeriahkan acara Kutu Tembok 2, bahkan saking ramainya, panitia hamper kewalahan mengatur acara, ini dikarenakan acara diselenggarakan diperkampungan. Tapi berkat kekompakan Crew BCT itu sendiri, akhirnya acara sukses diselenggarakan. Mereka berharap, Kutu Tembok selanjutnya bisa lebih meriah lagi dari sebelumnya.


Okay BCT, acaranya keren! semoga acara selanjutnya bisa lebih meriah yaa :D